Posts

Showing posts with the label opini

Logika Politik Santai: Siapa yang Bertanggung Jawab Saat Amanah Melenceng?

Image
Waduh, urusan politik emang sering bikin dahi berkerut, ya? Tapi kalau kita pretelin santai sambil ngopi, sebenarnya konsepnya mirip banget sama drama kehidupan sehari-hari. Coba kita bayangkan politik lewat analogi yang paling dekat: urusan cari jodoh. Anggaplah bapakmu dulu waktu PDKT (Pendekatan) ke ibumu. Dia punya satu tujuan mulia, yaitu mengubah nasibnya dari jomblo menjadi kepala keluarga. Demi mencapai tujuan itu, bapakmu menyusun strategi kampanye. Ada yang jalannya mulus kayak jalan tol, ada juga yang harus pasang strategi ekstra demi menarik hati calon ibu mertua. Segala daya upaya dikerahkan agar ibumu yakin bahwa bersamanya, masa depan akan lebih cerah. Jadi secara tidak langsung, kehadiran kita di dunia ini adalah hasil dari "keberhasilan politik" taktik PDKT orang tua kita sendiri. Kalau dalam lingkup keluarga saja sudah ada polanya, bayangkan dalam skala yang lebih besar seperti organisasi, perusahaan, hingga negara. Kompleksitasnya tentu berjenjang dan salin...

Nun Jauh

Berat sekali setelah berlama tak menuliskan apa yang ada dalam benak. Pekerjaan, harapan, asa dan tanggung jawab merintis dan membina sebuah keluarga baru serta mempertahankan lalu melanjutkan kepercayaan yang telah diberikan para tetua. Berdiam diri sekian lama, menahan diri, walau taknyana menuliskan dalam status-status di medsos, bahkan menuliskan di blog umum, tetapi, serasa tak merasakan kepuasan dalam. Maka, meminjam apa yang diucapkan Descartes, saya berpikir maka saya ada, sejatinya saya menulis maka saya ada. Prediksi pasca pemilu pemilihan presiden 2014 yang saya tuliskan dalam medsos sebagai tahun yang akan menyakitkan bagi kedua pihak (para kandidat dan pendukungnya). Bahkan sebelumnya saya memprediksikan tidak akan ada lebih dari 3 kandidat dan kenyataannya hanya ada dua kandidat dalam pencalonan pemilihan presiden 2014. Betul, seharusnya ada 3 kandidat calon presiden, hanya partai satunya lagi terlambat mengadakan konvesi atau entahlah, apapun keputusan yang telah di...

Internet dan Demokrasi Politik

Perubahan wujud internet dari berbasis 'situs hanya bisa dibaca' (era web 1.0) menjadi 'situs yang bisa komunikasi dua arah' (era web 2.0) dimana sifatnya publik sendiri yang mengkreasi konten. Kaitannya dengan demokrasi politik dengan perubahan wujud internet diatas yakni kebebasan mengekpresikan pendapat dan berpikir serta nilai-nilai egaliter dapat melampaui batasan-batasan politis. Bahkan sedemikian kuatnya internet, mampu mendiskusikan agenda isu dan memengaruhi para pengambil keputusan. Sebab karakter internet yang tak mengenal struktur hierarki, transaksi yang cenderung minim biaya, jangkauan yang global, skalabilitas yang besar, kecepatan waktu respon, dan dapat digunakan sebagai media alternatif untuk mengatasi disrupsi penyampaian pesan. Internet dipandang sebagai ruang publik alternatif, jika ruang publik riil tidak berkembang. Karakteristik ruang publik: 1. jaminan akses bagii semua warga negara 2. persamaan hak antarwarga negara 3. kebebasan ...

Rakyat menjawab, "Ikan asin dan Sambal Terasi!"

Beri aku 10 pemuda + 1 pemuda naturalisasi, akan aku buat kesebelasan sepakbola yang mengguncang dunia! Ironis sekali, dari sekitar 230 juta jiwa penduduk Indonesia, kita tidak mampu mengumpulkan 11 pemuda menjadi sebuah kesebelasan sepakbola yang tangguh, mampu menghadang kesebelasan negara lain, setidaknya kesebelasan dari negara ASEAN. Sebagai yang-diperintah (rakyat) Indonesia, sudah terbiasakan disuapi oleh penguasa orde baru, segala sesuatu disubsidi, walhasil, hutang negara menggelembung, banyak yang kita jual pada akhirnya. Entah bagaimana cerita masa lalu, kita bahkan tidak bisa mengelola tanah Papua dengan tangan sendiri, jika benar mampu, Indonesia tidak akan seperti ini, saya yakin dan seyakin-yakinnya. Terbiasakan demikian, ketika mendapati kenyataan jauh daripada harapan, meluncur deras cercaan dan makian, celakanya lagi itu semua dilakukan dengan tanpa aksi dan perubahan yang nyata! Just Talk Only, With No Action! Seperti saya sendiri, hanya mampu berbicara, berb...

Siapa yang Kupilih, bukan Siapa dibelakang yang Kupilih!

Suara rakyat adalah suara Tuhan, demikian orang-orang mengatakannya. Menjadi suara Tuhan, karena apa yang rakyat pilih, menentukan siapa yang mewakili/memimpin mereka selama beberapa tahun kedepan. Para pembesar partai mungkin saja saat ini sedang banyak berkomentar, bahwa siapa-siapa yang mereka usung dalam pemilihan kepala daerah atau presiden, selalu (tidak semua pelaksanaan pemilukada) gagal mendorong simpatisan mereka memilih jagoan yang mereka usung. Sebenarnya kegagalan mesin politik partai saat ini dalam mendulang suara untuk jagoannya di setiap pemilu presiden/kepala daerah sudah terjadi di pilpres 2004. Kala itu SBY dan Jk tidak populer dimata partai besar seperti GOLKAR, PPP, PDIP dan partai lainnya. Tetapi kenyataan berkata lain, SBY dan JK memperoleh dukungan suara dari rakyat, hingga terjadi dua kali pemilihan presiden. Hal tersebut bukan mengindikasikan bahwa partai politik sudah tidak dihiraukan lagi oleh para pemilih (rakyat yang mempunyai hak pilih), tetapi ajan...

Berdosakah Pemimpin Kita?

Image
Dimulai dengan fenomena Jokowi dan Ahok yang menggebrak konstelasi pemerintahan di Indonesia dengan menancapkan taring di DKI yang merupakan salah satu daerah Istimewa di Indonesia yang memiliki keistimewaan karena ia berada dipusat pemerintahan Indonesia dan memiliki hak mengangkat dan memberhentikan walikota. Menurut pendapat saya, karena bangsa kita berpikir secara Jakarta Centris (apa-apa yang di terjadi di Jakarta, bahkan kemacetan di Bundaran HI pun seluruh Indonesia harus tahu) maka apa yang dilakukan JokoAhok adalah sebuah strategi melepas efek domino sinergi positif untuk reformasi birokrasi di Indonesia, agar gaungnya lebih luas, merata, dan menjadi cetak biru/purwarupa bagi pemerintah daerah lain. Kualitas kepemimpinan di Indonesia dipandang mengalami disorientasi serta distorsi kepentingan dimana rakyat dan kepentingan rakyat yang seharusnya diutamakan, terlebih dimana bangsa ini telah kehilangan arah ketika terjadinya reformasi tahun 1996 kemarin. Namun begitu be...

Merasa benar bukanlah sebuah Kebenaran!

Marahku ini bukan marah karena sebagian diriku adalah hewan. Marahku lebih kepada marah dimana letak marah ini aku tempatkan pada tempat semestinya. Bukan semata-mata karena marah dan lalu bertubi-tubi aku memarahi tanpa alasan. *** Kebenaran adalah sebuah kebenaran yang kemudian menjadi mutlak dan tetap sebagai sebuah keabsolutan yang tidak bisa semua orang mengingkari dan menampik. Kenapa sebuah kebenaran menjadi sebuah kekonyolan yang senyata-nyata telah membuat konyol! Sungguh kekanak-kanakan dirimu dengan keakuanmu itu! Melihat sebuah kebenaran dari sudut pandangmu itu bukan kebenaran, kebenaran adalah melihat dari segenap arah dan segenap pemikiran diri, orang lain, nasehat para tetua. Kebenaran mutlak menjadi milik Tuhan yang maha esa. Jangan sekali-kali merasa benar jika kebenaran yang kau merasa bahwa engkau adalah benar. Apalagi mengatasnamakan INTROSPEKSI. Justru sebaliknya, KAMU yang harus introspeksi! Tahukah kamu arti introspeksi diri? Introsp...

Ekatepe

Informasi manajemen, mutlak diperlukan bagi bangsa besar ini, dengan penduduk 250 juta jiwa, tersebar di berbagai pulau dengan karakteristik yang berbeda-beda satu sama lainnya namun tetap satu dalam naungan Negara Kesatuan Republik Indonesia. ** Ada yang menarik dalam perkuliahan kemarin dalam mata kuliah Birokrasi Pemerintahan, bahasan yang dikupas adalah birokrasi di Indonesia terlalu rumit. Birokrasi sendiri memang harus kaku, karena jika tidak; Akan mengakibatkan kekonyolan dalam mengatur. Kekakuan ini bersifat baku, harus ditempuh sesuai prosedur. . Birokrasi membuat KTP semisalnya, langkah yang harus di tempuh. Pertama pribadi harus tercatat di Kartu Keluarga, meminta pengesahan ketua RT, RW bahwa pribadi tersebut adalah seaslinya warga masyarakat di lingkungan naungan mereka, kemudian surat pernyataan tersebut di bawa ke kelurahan serta kecamatan untuk disahkan lalu pribadi bisa mengurusnya ke dinas catatan sipil dan kependudukan untuk dibuatkan Kartu Tanda Penduduk. ....

BBM Naik Tidak Masalah Jika,.....

Bahan Bakar Minyak, isu ini mengemuka ketika pemerintah berencana menaikkan harga jual kepada masyarakat yang tadinya Rp. 4.500,00 menjadi Rp. 6.000,00 per liter. Aksi penolakan dari berbagai lapisan masyarakat menolak rencana kenaikan tersebut, hingga pada akhirnya rapat paripurna DPR tadi malam menghasilkan putusan untuk menunda kenaikan BBM.

Kebaikan Menulis

Image
Menulis, menulis sebagai salah satu cara untuk mengikat ilmu, menulis sebagai salah satu cara untuk mengembangkan daya nalar, menulis sebagai salah satu cara untuk memperlambat penyakit lupa, menulis sebagai salah satu cara untuk terapi jiwa, menulis sebagai salah satu cara mengisi kekosongan waktu, menulis sebagai salah satu cara memanfaatkan sarana/prasarana yang ada, menulis sebagai salah satu cara mengemukakan pendapat, menulis sebagai salah satu cara membuat orang ikut tergerak menuju kebaikan, menulis sebagai salah satu membangun karakter pribadi, menulis sebagai sarana pembelajaran, menulis sebagai salah satu cara membangun kestabilan emosi, menulis sebagai salah satu cara menyimpan kenangan,

Strategi Kebudayaan dalam Memberantas Korupsi

Sebuah negara untuk mencapai kemajuan dalam segala bidang diwajibkan dan mutlak harus bisa memanajemen berbagai hal dalam pemerintahan, sosial budaya keamanan kebudayaan hukum integritas wilayah serta politik. Penyakit yang paling serius diderita setiap negara berkembang, adalah korupsi, kolusi dan nepotisme. Penyakit korupsi sendiri cepat atau lambatnya diberantas tergantung dari seberapa lama penyakit korupsi itu mulai diderita. Dalam kasus manusia sebagai individu, sebuah penyakit diawali dari kesalahan pola asupan makanan sewaktu muda yang kemudian menumpuk dalam dirinya yang lama kelamaan menumpuk menjadi bom waktu disaat tua. Ketidakdisiplinan mengelola asupan makanan serta tidak disiplin mencari cara pencegahan, menjaga pola hidup sehat sedari awal menentukan kualitas serta kuantitas hidup manusia itu sendiri. Korupsi bagi sebuah negara, adalah sebuah bom waktu yang sewaktu-waktu bisa meledak dan merusak tatanan hidup, sosial, budaya serta hukum bahkan politik. **...

Bank yang me-rakyat

Sekitar tahun 2001 saya pernah berdomisili di daerah pedesaan tepatnya Sindanghayu, Kec. Banjarsari, Kab. Ciamis, lumayan jauh juga jika hendak pergi ke kota. Dengan infrastruktur jalan yang berlobang, akses transportasi publik pun masih minim. Namun di sana sudah ada bank. Tidak lain ya siapa lagi kalau bukan bank desa dan bank rakyat Indonesia. Warga yang hendak transfer atau menerima transfer dana dari keluarganya di kota lain cukup dengan mendatangi bank tersebut. Lama? Ya, waktu itu sistemnya masih jadul dan belum terintegrasi alias masih manual walaupun sudah ada komputerisasi pembukuan.

Membuat semua orang memiliki tabungan di Bank

Kedepan negara kita akan memiliki namanya sebuah asuransi kesehatan, KTP elektronik, integrasi sistem dari semua lembaga di seluruh Indonesia dan banyak lagi lainnya, entahlah secara pastinya saya kurang faham. Tapi secara program bahwa setiap individu rakyat Indonesia dapat dimonitor secara langsung dari tempat duduk seorang pemimpin/pejabat publik, apakah warganya sedang sakit, bepergian, piknik atau melakukan transaksi secara online. Ini visi saja, realisasinya bisa lama bisa sebentar atau bahkan tidak akan pernah terjadi, minimal bahwa akan ada dimana setiap penduduk/rakyat akan bisa dimonitor secara tunggal dan terintegrasi untuk kesejahteraan rakyatnya sendiri.

Dilema Mati Lampu

Beberapa hal di bawah ini adalah efek samping dari mati lampu: 1. Gelap 2. Kegelapan 3. Gelaaaappp 4. Kegelap-an 5. Ge-lap 6. Ke ge la pan 7. Ke-ge-la-pan 8. G-E-L-A-P Dst-nya. *Gelap dapat menyebabkan kebodohan, kemalasan dan banyak anak.

Tentang rok mini ditentang, pengguna terkekang.

Secara dalam sejarah peradaban manusia sejak menempati dunia ini yang kemudian disebut Bumi/Earth yang terletak di galaksi (apa ya? Andromeda? Milky Way?) ini. Tata cara berpakaian terus berubah-rubah. Kita ketahui, jejak cara berpakaian manusia-manusia purba dari lukisan yang tergores/tergambar dalam gua-gua, ada yang memakai bra, cawet saja ataupun lain sebagainya. Kita ketahui juga dalam relief candi Borubudur, manusia-manusia saat itu tidak mengenakan atasan (wanita dan pria).

Papan sosialisasi yang terbengkalai

Jika diperhatikan sekilas sosialisasi dari pemerintah dipinggir-pinggir jalan protokol lalu lintas urat nadi tampak lusuh dan buram. Hmmmm... saya tidak bisa membandingkan pemerintahan masa lalu dan sekarang. Namun, penting nya sosialisasi terhadap masyarakat adalah sangat vital dan mempengaruhi jalannya pemerintah yang sedang berjalan dan berproses agar segala upaya, misi dan visi tercapai.

Pendidikan, dasar menuju kesejahteraan!

Oleh PartaWinata Indek pembangunan manusia atau IPM dalam bahasa Inggrisnya Human Development Indexs atau HDI memiliki tiga kriteria penilaian dalam peniliannya yakni Pendidikan, Kesehatan dan Daya beli Masyarakat.

Pemerintahan yang profesional

Pemerintah yang profesional mengelola negara dengan memfokuskan kerja dan kinerja yang dimiliki individu pelayan masyarakat yang bersinergi dengan baik.

Terminator Paranoid

Terminator Paranoid. In my opinion, terminator paranoid is, when one doesn't believe in technology for because one didn't well known it's hi tech. Instead to believe, there will find answer by asking question from the other person.

Pelajaran dari Google

Beredar luas nya kabar mengenai kemunculan google+ yang disebut-sebut akan menyaingi facebook banyak saya baca dari para blogger senior dan berbagai portal berita dalam negeri dan sebuah situs web developer (sitepoint) ya walaupun ngertinya sepotong-sepotong karena bahasa Inggris pokoknya garis besarnya dapat saya simak. Ada beberapa hal yang diusung oleh google+, salah satunya adalah privacy dan kebebasan data atau bahasa kerennya “ Data Liberation ” dimana pengguna bila suatu saat datanya/privacy dianggap/tidak boleh tersebar luas, bisa diambil oleh pemiliknya. Sangat simple bahkan. Seperti yang sudah-sudah kita ketahui melalui beragam produk google yakni gmail, reader dan banyak lagi. Semudah itu dan sesederhana itu.