Posts

Showing posts with the label fiksi

FF100K: Berbisik

Suasana gelap entah kemana lampu penerang jalan, hanya menyisakan lampu-lampu pecah diliputi sarang laba-laba. Masih menyusuri trotoar kaki ku linu lama kelamaan. Baru pukul 9 malam tapi tak ada becak yang berlalu lalang. Oh rasanya sudah tak tahan. Semoga di perempatan jalan ada ojek. “ Lima ribu saja ya, Bang?” “Kasihan lah, 7 ribu saja ya!” tukang ojek mengiba “Hati-hati, jangan ngebut ya Bang!” Motor perlahan menyusuri pematang sawah. Udara semakin dingin. Tak ku hiraukan. Tok tok tok Lama tak ada jawaban. Ku ulangi lagi. Tetap senyap. Tiba-tiba pundakku ada yang mencolek, suara halus perempuan berbisik “Menunggu dibukakan pintu ya Kang?”

Mantra kurang kata

Gadis tersenyum tipis kala si tampan bangir melintas didepannya, menghitung langkah si tampan, kiri kanan kiri, tanpa sadar berhitung, satu dua tiga. Si tampan berhenti membetulkan tasnya. Gadis berdegup kencang, pandangannya tak berpedar. Sebelas, ...... tiga belas, si tampan menjauh dari hadapan. debaran sirna, pergi dari kursi mencari teman  si bibir merah. “Disitu rupanya kau!” si gadis menatap bibir merah “Bakso daging sapi pak Udin ajib, ‘dis” melahap tergesa melirik sejenak. “Tampan kriting tak menoleh sedikitpun!” “Tak berguna mantra Nyai!” “Mantranya salah kali!” es teh manis disruput habis. “Noleh... noleh... “ mengulang mantra “Pantas.... kagak pake monyong sih!”

Sama-sama berpangkat Jendral

“Serbu!” komando seorang panglima perang terdengar dari headset ku. Desingan peluru berterbangan memekakan telinga, sama-sama memuntahkan peluru saling lempar granat. Hawa segar tergantikan bau mesiu, hijaunya dedaunan berubah legam. Komando sang komandan diantara kami saling bersahutan, seakan ingin saling mendahului. Hiruk pikuk tiba-tiba senyap, tak satu ekor burungpun melintas dilangit penuh kepulan asap bom. “Mundur! Semua prajurit kembali ke pos pertahanan!” komando sang jendral di headset ku. Semilir angin segar menggantikan bau mesiu yang mendominasi. Kumandang Illahi terdengar sayup-sayup dari kejauhan. Kami pun bergegas membentuk shaf.

Salah

Kaki dipaksa berlari, nafas tersengal-sengal, berusaha menangkap pencopet didepannya sekitar 3 meter. Lenggang ditemani redup rembulan, suara binatangpun senyap, masih mengejar. Tertangkap, dengan kencang tangan kiriku menjambak rambutnya. Tangan kanan terkepal, muka ku memerah dengan nafas masih berburu. Tangan kanan hendak mendarat dimukanya Muka pucat pasi ketakutan. “Ampun !” “Bukan dia !” seseorang kencang berlari menghampiri mengacungkan dompet

Ballpoint

Pengawas duduk menghadap para siswa seragam hitam putih duduk dikursi dengan jarak teratur. Semua sibuk dengan kertas jawaban. Seorang siswa terlihat pucat pasi, gusar dengan mata lirik kanan kiri. Kertas jawabannya bersih. Samping kiri kanan depan dan belakang tak menggubris bisikannya. Sibuk menggoyang-goyangkan kaki, tangan membolak-balik kertas soal. Pengawas bermimik serius menghampirnya, "Kenapa ?" "Ballpoint ketinggalan, Pak!"

Korek Api Gas

Image
from m-scene.de/lighter Sebuah kotak persegi panjang, transparan, ada dua ruangan didalamnya bisa terlihat isi cairan yang mengisi ruang itu. Sebuah selang kecil tampak menjurai disalah satu ruang itu. Pengungkitnya berwarna hitam, berguna untuk membuka katup agar isi dari ruang itu keluar. Pemicu api yang dikeluarkan kotak persegi panjang itu berasal dari batu api dengan digesekkan pada sebuah roda kecil. Bisa diisi ulang isinya jika habis, namun kadangkala batu apinya cepat habis dan kadangkala roda kecilnya terpental atau pengungkitnya meleleh karena kepanasan. Kotak persegi panjang transparan itu selalu menemaniku, dan berguna saat mati lampu ditengah malam.

Kejadian tadi malam

Tadi malam, seperti malam-malam biasanya nongkrongin monitor online kesana kemari. Tak tahu jam pastinya hanya saja waktu itu sudah larut. Sekitar pukul 12 malam kurang tiba-tiba pintu keruanganku terbuka sedikit. Awalnya terbuka perlahan, dan terbuka. Yang saya tahu anak-anak sudah pada tidur, dan biasanya istriku yang suka menengok keruanganku untuk mengingatkan agar tidak tidur larut malam (ah, memang kebiasaan burukku yang suka online sampai larut yang padahal aku online kesana kemari gak karuan dan sebenarnya cuman nongkrongin situs-situs biasa. Pun aku online jam-jam biasa di forum-forum lain yang membuatku banyak membaca dan memang kegemaranku membaca hal-hal yang menarik atau memang sekedar memberikan komentar walau terkadang komentar itu OOT atau just say hello). Tapi bukan Istriku atau anakku yang membukakan pintu itu.. kupanggil istriku Ma, ma... tak ada jawaban.. ah mungkin anakku, teteh... teteh.. (saya memanggil anakku yang cewek dengan panggilan Teteh). Alih-alih yang ...