Seni Menertawakan Kesombongan di Hadapan Kain Kafan
"Hidup ini panggung sandiwara yang durasinya tak menentu. Pegang imanmu erat-erat, sebelum sutradara semesta meneriakkan kata 'Cut!' yang sesungguhnya." Pernah gak sih kalian nonton film Indonesia judulnya Malaikat Tak Bersayap ? Kalau belum, coba deh sempatin nonton. Ini film dalem banget hikmahnya—itupun ya, KALAU filmnya ditayangin secara utuh tanpa digunting-gunting. Ngomong-ngomong, ada satu misteri terbesar abad ini yang bikin gue heran tiap nonton di bioskop: Kenapa sih adegan film selalu aja ada yang dipotong? Terus, kenapa durasi film lokal kita kayak punya kesepakatan gaib, rata-rata cuma mentok di 90 menit? Kenapa sutradaranya gak ditantang bikin yang durasi 120 menit atau sekalian 180 menit ala-ala film blockbuster Hollywood? Mungkin potongan sensor itu gak ngerusak alur cerita secara total. Tapi bagi penonton garis keras kayak gue, satu adegan yang diambil sutradara itu dirancang pakai perasaan buat ngejaga "jiwa" dan nyawa dari film tersebut...