Ketika Bapak-Bapak Kalah Telak Adu Lawak Lawan Jamet Bonceng Tiga
Kisah Nyata: Tragedi Lampu Merah dan "Anak" Berjanggut Sore itu, perut kami sekeluarga sudah kenyang dan bahagia setelah menuntaskan misi suci: makan bakso langganan. Seperti biasa, karena jarak yang tanggung, kami memutuskan untuk melakukan aksi legendaris keluarga Indonesia: berboncengan tiga dalam satu motor . Formasinya sudah standar internasional. Saya di depan sebagai pilot utama, anak bungsu saya yang masih kelas 2 SD anteng didekap di tengah, dan istri saya menjaga lini pertahanan di jok paling belakang. Motor melaju damai, membawa beban karbohidrat dan kuah kaldu gurih yang mulai membuat mata sedikit mengantuk. Sampai akhirnya, petualangan kami terhenti oleh lampu merah. Saat sedang menunggu lampu hijau dengan takzim, tiba-tiba sebuah motor matic berhenti tepat di samping kanan saya. Penumpangnya? Tiga orang pemuda tanggung usia 20-an . Formasi mereka persis sama seperti kami: bonceng tiga, bedanya mereka tidak punya beban cicilan rumah tangga. Melihat pemandangan ya...