Kisah Kurir Mistis dan Misteri Kata "Cemilan"
Kisah Kurir Mistis dan Misteri Kata "Cemilan" Hari ini urat saraf saya sukses dibuat tegang maksimal. Bayangkan saja, saya baru pulang kantor dengan kondisi perut keroncongan parah karena melewatkan makan siang. Dalam kondisi menahan lapar, tingkat kefokusan saya jelas menurun drastis—istilah kerennya: gagal fokus. Begitu sampai di depan rumah, tiba-tiba ada seorang pria pengendara motor berhenti di dekat saya. Tanpa ba-bi-bu, dia cuma mengucapkan satu kata suci: "Cemilan." Otak saya yang lapar langsung berputar cepat. Karena posisinya di depan rumah dan dia cuma menyebutkan nama makanan, refleks saya mengira dia ini abang-abang penjual asongan yang lagi nawarin dagangan keliling. "Eh, ini mau ditolak?" kata si abang motor tiba-tiba. Lho? Saya makin bingung. "Lah... emang kenapa?" tanya saya heran. Wong belum tahu dagangannya apa, kok sudah bahas tolak-menolak. Di tengah kebingungan itu, untungnya istri saya keluar dari rumah bagaikan pahlawan k...