Silaturahmi Berujung Investasi Bodong: Mengapa "Like" Facebook Bisa Menguras Isi Rekening?
Hubungan Toxic di Jagat Facebook: Saat "Like" dan "Comment" Mengalahkan Logika Belanja Mari kita sepakati satu hal: belanja di Facebook Jual-Beli itu ibarat masuk ke hutan belantara tanpa kompas . Bedanya, di hutan ini, harimaunya tidak mengaum, melainkan memberikan like pada foto profil Anda dan berkomentar, "Wah, makin awet muda ya, Bund!" . [ 1 , 2 ] Ajaibnya, trik psikologis super murah ini berhasil. Banyak pembeli yang mendadak amnesia dengan prinsip kehati-hatian hanya karena si penjual terasa "dekat" akibat rajin interaksi di medsos. Begitu dimintai transfer duluan dengan iming-iming barang gaib, jempol langsung mengetik PIN ATM tanpa ragu. Mari kita bedah fenomena kocak sekaligus miris ini secara sistematis. [ 1 , 2 ] 1. Realita Pahit: Data Penipuan Digital Terbaru Berdasarkan data global dan nasional sepanjang 2025-2026 , ancaman penipuan belanja daring di media sosial menempati posisi yang sangat mengkhawatirkan: Face...