Pos Indonesia Bisa Bangkit Asalkan
Sejak mulai fokus jualan online diberagam e-commerce akhir tahun 2019 hingga sekarang, baru belakangan ini tepatnya waktu sekitar idul fitri tahun 2026 saya dikontak kurir dari Posin untuk mengaktifkan jasa kurir pos di e-commerce, dengan perjanjian bahwa paket akan dipick up.
Sebagai GEN-X yang merasakan bagaimana POS mengiringi perjalanan hidup dari kanak-kanak hingga dewasa. Merasa tidak ada satu keberatan berarti dengan memberikan kesempatan pada pos untuk terus berkiprah dijasa ekspedisi dan tentunya ada rasa senang bisa ikut menghidupkan kembali ekspedisi milik pemerintah ini.
Sebetulnya, sejak 2025 saya ingin mengaktifkan jasa kurir pos ini ditoko online saya. Hanya saja, kantor/kounter mereka jauh dari rumah/toko.
Pos ini hanya bermain dipaket kurir reguler, yang artinya ada ekstra ongkir bagi pembeli diluar pulau. Mungkin karena regulasinya demikian dengan harga ongkir yang menipis pinggir jurang, marjinnya pun mungkin ngos-ngosan. Belum tanggungan paket retur dan biaya kurir pick up.
Tapi saya yakin jika pos mau melonggarkan regulasinya, dengan infrastruktur pos yang sudah mengakar keberbagai pelosok selindo bisa menekan biaya.
Apalagi, banyak gen-x seperti saya yang dalam tanda kutip merasa ingin membantu pos agar tetap hidup. Sebagai previlage tersendiri bagi pos.
Jika mengandalkan program kirim-kirim pemerintah ya akan sulit juga bisa bertahan diera gempuran beragam ekspedisi.
Saya rasa, tidak ada gunanya menaikkan tarif ongkir jasa ekspedisi, tempo hari ya tetep saja mereka itu main mata dengan e-commerce, yang tertekan malah kurir dilapangan.
Untuk urusan regulasi dan lain sebagainya karena saya tidak ahli dalam hal logistik, ada banyak ahli. Silahkan saja kalian rembug saran dalam perkumpulan ekspedisi. Jelas, jika ongkir naik tidak akan membawa dampak signifikan dan pengulangan main mata tetap akan terjadi.
Comments
Post a Comment
Silahkan meninggalkan komentar. Salam hangat dan Terima Kasih.