Seller Jualan ke Seller di Shopee via Chat
Kemarin, tepatnya 18 Mei 2026. Aplikasi shopee seller center saya mendapatkan chat dari seller lain, menawarkan barang dagangannya.
Semua seller shopee pasti paham jika ada konsumen yang memulai chat ke seller maka diakhir chat harus seller yang menjawab. Atau intinya harus tetap dibalas. Jadi jika konsumennya terus menerus kirim chat, maka seller harus terus menerus juga membalas chat. Entah siapa yang membuat aturan seperti itu, tapi yang pasti, ini akan menjadi chat yang tak bertepi jika konsumennya merasa jika dia bukan yang terakhir balas akan merasa berdosa (adat istiadat orang asia khususnya orang sunda/jawa pasti merasa rikuh pakewuh).
Kemarin itu seller memanfaatkan celah chat diaplikasi e-commerce itu untuk menawarkan dagangannya. Tentu saja saya membalas dengan ramah. Tapi kemudian, saya juga mengunjungi tokonya dan mengklik dagangannya lalu memulai chat, trik ini saya gunakan agar dia yang diakhir membalas chat.
Tapi apa daya, seller tersebut ngechat lagi, menawarkan barang dagangannya. Padahal sejak awal saya menjawab, nanti jika saya butuh, pasti beli di toko kakak. Bahasa bayinya adalah jika stok produk yang dimaksud sudah habis digunakan maka saya akan membeli ke toko seller tersebut. Karena saya saat ini masih ada stok barang yang ditawarkan oleh seller tersebut. Belum membutuhkan dalam waktu dekat.
Mungkin karena guru marketingnya mengajarkan trik marketing ala pengamen yang terus-terusan datang dan menawarkan yang digunakan pada semua orang yang padahal trik tersebut tidak bisa diterapkan secara umum.
Setiap konsumen memiliki karakter masing-masing, mungkin bisa terenyuh dengan trik pengamen tersebut, tapi jika konsumen yang memang sudah prosepek, sebaiknya gunakan pendekatan 1, 2, 4 dan sebulan.
Jika dari mulai hari pertama konsumen sudah mengatakan, nanti kalau saya butuh pasti kontak kakak, artinya ini konsumen potensial, lakukan pendekatan lagi didua hari kedepan, lalu hari keempat, lalu seminggu kedepan dan seterusnya. Lakukan secara interval.
Selain agar konsumen merasa diperhatikan, juga ada hubungan emosional. Itu jika Anda sebagai marketing ingin melakukan pendekatan secara konvensional. Tapi jika melakukan pendekatan secara revolusioner seperti trik pengamen, dipastikan konsumen tersebut akan merasa kesal!
Pernak pernik berjualan online di e-commerce ini memang lucu dan kadang diluar akal sehat, semua butuh pekerjaan, penghasilan dan capain.
Tapi, kalian harus menghargai proses, memberi jeda dan lakukan interval. Alam semesta tidak memutari Anda! Alam semesta sudah berjalan demikian adanya jauh sebelum orang tuanya orang tuanya kalian ada dialam semesta ini.
Hargai orang yang sudah menghargai kalian, apresiasi jika perlu dan beri mereka ruang. Semua orang sedang berjuang dengan hidupnya melalui caranya masing-masing.
Salam hangat, jabat erat!

Comments
Post a Comment
Silahkan meninggalkan komentar. Salam hangat dan Terima Kasih.