Pulpen ku yang kedua
Pulpen ini bukan pulpen biasa, agak berat sih, namun enak digenggam untuk menulis sesuatu di atas kertas. Atau jika menandatangani sesuatu pun, rasa-rasanya tidak gengsi mengeluarkannya dari saku baju.
Caranya untuk menggunakannya cukup mudah kok, dipijit saja tombol yang ada diujung atas pulpennya, tekan hingga terdengar suara “klik” yang artinya sudah mengunci pada kaitan dan anda pun siap menulis, atau mencoret.
Kegunaan pulpen sudah jelas untuk menulis diatas kertas ataupun media yang dapat ditulis oleh pulpen. Penting nya pulpen kadang disamakan dengan pentingnya orang yang menggunakan pulpen. Semakin tinggi jabatan orang yang memegang pulpen itu, semakin penting dan dahsyat juga hasil goresan pulpen itu.
Warna dari goresan pulpen pun menandakan sebuah arti dan sebuah jabatan dikalangan atau tempat tertentu.
Sayang, pulpen ku ini tidak lah mempunyai arti ataupun kepentingan apa-apa, tidak penting karena tidak pernah digunakan menandatangani sesuatu yang penting. Sedikit miris juga dengan keadaan ini. Namun tidak mengapa, karena memiliki pulpen lebih baik daripada dengan orang yang tidak memilikinya.
Karena begitu pentingnya goresan pulpen, kadang orang-orang menantikan dan bahkan tak kurang yang meributkannya.
Harga pulpen ini lumayan lah, tapi sebanding dengan tampilannya. Seperti platinum begitu, metalik logam. Ada plastiknya sih, dibagian genggaman jari telunjuk dan tengah agar tidak slip saat menggunakannya.
Sayang isi pulpen itu akan cepat habis, harus segera mencari isi ulangnya agar tetap dapat digunakan jika diperlukan. Sementara itu, baiknya saya bawa pulpen cadangan yang harganya tak seberapa, yang kadang masih ada isinya namun tak bisa lagi menorehkan tulisan diatas kertas, ya resiko barang harga tak seberapa bukan?

Comments
Post a Comment
Silahkan meninggalkan komentar. Salam hangat dan Terima Kasih.