Memanajemenkan Masalah
Masalah yang diartikan para ahli adalah kesenjangan yang terjadi antara harapan dan kenyataan. Atau bisa juga sesuatu hal yang harus dicarikan jalan keluar atau pemecahannya.
.
Dengan ilmu pengetahuan, sosial dan budaya tidak mempan maka lakukanlah dengan cara bijaksana.
Artian bijaksana seperti yang sudah saya tulis lengkap dengan uraian para pakar dan ahli dibidangnya
Kegiatan pendidikan yang kita enyam selama bertahun-tahun dimulai sejak kita telah menguasai atau dapat berinteraksi secara verbal maupun nonverbal. Rata-rata kemampuan ini dimiliki sejak umur 2 atau 3 tahun tergantung kemampuan dan cara interaksi orang tua terhadap anak/buah hatinya.
.
Tentunya kemampuan yang kita miliki merupakan dampak secara kontinyu dari pola asupan makanan, interaksi sosial, budaya dan pengetahuan yang tersebar dibanyak media yang kita lihat, dengar dan rasakan.
Dari sekian banyaknya pengetahuan yang kita miliki, kemampuan otak kita hanya dapat mengolah/digunakan sebesar 10% dari kapasitas yang ada. Bukan tidak mustahil ada yang telah mampu memaksimalkannya melebihi angka normal tersebut.
.
Para ahli yang telah banyak mengeluarkan dalil-dalilnya dan mengakar dan membudaya salah satunya yang saya sorot disini adalah Henri Fayol seorang ahli/pakar yang mempunyai pengalaman dibidang manajemen bekerja langsung dan mengembangan teori yang sangat masyhur hingga saat ini sejak tahun 1947 dan 1987 dengan lima fungsi utama manajemen dan 14 prinsip manajemen yang secara tidak sadar maupun sadar sudah kita gunakan tanpa kita mengenal atau pelajari sekalipun. Walau kita melakukan secara acak ataupun berurutan.
Lima fungsi utama manajemen, yaitu merencanakan, mengorganisasi, memerintah, mengkoordinasi, dan mengontrol (Fayol, 1949, 1987)
14 prinsip Henri Fayol
.
Tak ada yang bisa saya simpulkan ditulisan ini. Satu hal yang pasti, apa yang kita protes, kritik ataupun kita gerutukan dalam hati atau pun perkataan. Secara langsung maupun tidak langsung kita telah berpikir pada acuan lima fungsi dan empat belas prinsip manajemen dasar.
.
Salam hangat selalu.
.
Dari berbagai sumber.
.
Dengan ilmu pengetahuan, sosial dan budaya tidak mempan maka lakukanlah dengan cara bijaksana.
Artian bijaksana seperti yang sudah saya tulis lengkap dengan uraian para pakar dan ahli dibidangnya
Bijaksana merupakan hasil akhir dari pendidikan/pengetahuan yang kita enyam selama kita hidup. Sehingga bisa berpikir secara holistic, systematic dan tersusun secara konseptual. Ilmu yang bersifat berkembang melahirkan ilmu-ilmu lain yang berakar dari filsafat yang berkesinambungan dan menyeluruh. Membuat suatu lingkaran tanpa putus. Ibarat siang dan malam, tahu dan tidak tahu serta ingin dan tak ingin.
Bijaksana adalah tidak mengejek orang yang tidak bijaksana karena ketidaktahuannya. Karena siapa tahu ketidaktahuannya merupakan kebijaksanaan orang yang bijaksana. Disinilah letak bijaksana dan kebijaksanaan, membuat orang lain menjadi bijaksana dan memberikan kebijaksanaan. Kebijaksanaan merupakan juga repleksi atas ego seseorang. Repleksi betapa tinggi/rendahnya kebijaksanaan yang dia miliki.
Kegiatan pendidikan yang kita enyam selama bertahun-tahun dimulai sejak kita telah menguasai atau dapat berinteraksi secara verbal maupun nonverbal. Rata-rata kemampuan ini dimiliki sejak umur 2 atau 3 tahun tergantung kemampuan dan cara interaksi orang tua terhadap anak/buah hatinya.
.
Tentunya kemampuan yang kita miliki merupakan dampak secara kontinyu dari pola asupan makanan, interaksi sosial, budaya dan pengetahuan yang tersebar dibanyak media yang kita lihat, dengar dan rasakan.
Dari sekian banyaknya pengetahuan yang kita miliki, kemampuan otak kita hanya dapat mengolah/digunakan sebesar 10% dari kapasitas yang ada. Bukan tidak mustahil ada yang telah mampu memaksimalkannya melebihi angka normal tersebut.
.
Para ahli yang telah banyak mengeluarkan dalil-dalilnya dan mengakar dan membudaya salah satunya yang saya sorot disini adalah Henri Fayol seorang ahli/pakar yang mempunyai pengalaman dibidang manajemen bekerja langsung dan mengembangan teori yang sangat masyhur hingga saat ini sejak tahun 1947 dan 1987 dengan lima fungsi utama manajemen dan 14 prinsip manajemen yang secara tidak sadar maupun sadar sudah kita gunakan tanpa kita mengenal atau pelajari sekalipun. Walau kita melakukan secara acak ataupun berurutan.
| gambar dari wiki |
14 prinsip Henri Fayol
a. Division of work (asas pembagian kerja)
b. Authority and responsibility ( asas wewenang dan tanggung jawab)
c. Discipline (asas disiplin)
d. Unity of command (asas kesatuan perintah)
e. Unity of direction (asas kesatuan jurusan atau arah)
f. Subordination of individual interest into general interest (asas kepentingan umum
diatas kepentingan pribadi)
g. Renumeration of personel (asas pembagian gaji yang wajar)
h. Centralization (asas pemusatan wewenang)
harus terpusat, tersentralisasi. Satu pusat kewenangan agar mendpt kejelasan arahan.
i. Scalar of chain (asas hierarki atau asas rantai belaka)
j. Order (asas keteraturan)
k. Equity (asas keadilan)
l. Initiative (asas inisiative) prakasa, memunculkan ide brillian.
M. Esprit de corps (asas kesatuan) rasa kesetiakawanan, jiwa korsa.
n. Stability of turn over personel (asas kestabilan masa jabatan).
Kecewa sekali jika kita mendapatkan atau mendapati apa yang kita telah perjuangkan atau kita pilih tidak berkesesuaian dengan hati dan pikiran. Secara tidak sadar kita telah mengingat akan kelima fungsi dan keempatbelas prinsip manajemen yang telah dikemukakan oleh Henri Fayol. Entah itu pandangan kita terhadap pemerintah atau terhadap peta politik tanah air atau pada diri kita sendiri..
Tak ada yang bisa saya simpulkan ditulisan ini. Satu hal yang pasti, apa yang kita protes, kritik ataupun kita gerutukan dalam hati atau pun perkataan. Secara langsung maupun tidak langsung kita telah berpikir pada acuan lima fungsi dan empat belas prinsip manajemen dasar.
.
Salam hangat selalu.
.
Dari berbagai sumber.
Comments
Post a Comment
Silahkan meninggalkan komentar. Salam hangat dan Terima Kasih.