Chris dan Helen
Penulis cerita itu baik yang sudah profesional maupun amatiran seperti saya adalah orang-orang yang kejam dan juga baik hati.
Yang nulis cerita pendek maupun panjang bisa seenaknya mempermainkan emosi pembacanya. Dengan sedikit tawa, senyum menyungging ataupun gelak tawa. Atau ada yang lebih ekstrim lagi membuat menangis.
Suatu kebanggaan tersendiri bagi tukang nulis cerpen jika tulisannya bisa dimengerti, atau bisa masuk ke dalam cerita khayalan penulis.
Hari ini saya ingin mengulas cerita bersambung yang ditulis oleh AA Dadang di blog pribadinya. Menurut saya seorang penulis kawakan yang lihai mempermainkan emosi pembacanya.
Awalan cerita masih seputar riwayat hidup dan profil pemeran utamanya yakni Chris, entah Chris patih atau pun Chris dayanti. Yang jelas namanya Chris. Di lembaran pertamanya masih seputaran sosial keluarga, ruang lingkup agama dan pergaulan tokoh bernama Chris. Kemudian berlanjut pada tingkatan selanjutanya dengan aktifitas kesehariannya seperti kerja, tidur, rumah dan dimana ia makan.
Pada cerita selanjutnya dihiasi perkenalan romansa dan membuat pembaca merasakan penasaran akan kelanjutan cerita. Penulis itu, saya nilai telah sukses membawa pembaca menghayati cerita dan ikut terlarut dalam suasana romansa tokoh utama.
Konyol, itulah yang ingin diungkapkan penulis satu ini. Kekonyolan akibat tidak cermat dan teliti karena kebahagiaan berlebih sebagai pesan moralnya. Dan pada episode selanjutnya ternyata penulis ingin membuat pembaca lebih penasaran dengan penolakan Helen tokoh kedua di cerita itu.
Dan itulah “Kekejaman” penulis terhadap karakter yang ditulisnya dengan penolakan Helen kepada Chris. Sungguh teganya teganya teganya.
Demikian tulisan ini saya buat agar Helen menerima Chris. Salam.
Tulisan yang di review di http://aadadang.blogspot.com/ dengan judul Cinta Sejatiku Helen
Yang nulis cerita pendek maupun panjang bisa seenaknya mempermainkan emosi pembacanya. Dengan sedikit tawa, senyum menyungging ataupun gelak tawa. Atau ada yang lebih ekstrim lagi membuat menangis.
Suatu kebanggaan tersendiri bagi tukang nulis cerpen jika tulisannya bisa dimengerti, atau bisa masuk ke dalam cerita khayalan penulis.
Hari ini saya ingin mengulas cerita bersambung yang ditulis oleh AA Dadang di blog pribadinya. Menurut saya seorang penulis kawakan yang lihai mempermainkan emosi pembacanya.
Awalan cerita masih seputar riwayat hidup dan profil pemeran utamanya yakni Chris, entah Chris patih atau pun Chris dayanti. Yang jelas namanya Chris. Di lembaran pertamanya masih seputaran sosial keluarga, ruang lingkup agama dan pergaulan tokoh bernama Chris. Kemudian berlanjut pada tingkatan selanjutanya dengan aktifitas kesehariannya seperti kerja, tidur, rumah dan dimana ia makan.
Pada cerita selanjutnya dihiasi perkenalan romansa dan membuat pembaca merasakan penasaran akan kelanjutan cerita. Penulis itu, saya nilai telah sukses membawa pembaca menghayati cerita dan ikut terlarut dalam suasana romansa tokoh utama.
Konyol, itulah yang ingin diungkapkan penulis satu ini. Kekonyolan akibat tidak cermat dan teliti karena kebahagiaan berlebih sebagai pesan moralnya. Dan pada episode selanjutnya ternyata penulis ingin membuat pembaca lebih penasaran dengan penolakan Helen tokoh kedua di cerita itu.
Dan itulah “Kekejaman” penulis terhadap karakter yang ditulisnya dengan penolakan Helen kepada Chris. Sungguh teganya teganya teganya.
Demikian tulisan ini saya buat agar Helen menerima Chris. Salam.
Tulisan yang di review di http://aadadang.blogspot.com/ dengan judul Cinta Sejatiku Helen
Comments
Post a Comment
Silahkan meninggalkan komentar. Salam hangat dan Terima Kasih.