B.J. Habibie: Pemimpin cerdas

Pemimpin sepenggalan kata yang sangat diidam-idamkan oleh semua diri kita. Pemimpin yang seperti apa?, basah dan dihormati ataukah disegani ataukah ditakuti?. Setidaknya saya dan anda semua adalah pemimpin bagi diri sendiri maupun orang sekitar kita, anak dan istri atau mungkin sebagai pemimpin di lingkungan terkecil masyarakat yakni lingkungan tetangga.

Pemimpin apa artinya pemimpin?. Definisi yang pasti akan pemimpin sangat liar sekali dan begitu luas. Tak ada seorang pun yang mampu mendefinisikan secara tepat arti pemimpin. Tidak percaya?, coba tengok didalam dan diluar negeri. Pemimpin disanjung dan dicemoohkan. Sudah baik tapi tetap saja ada kelemahannya. Tentu saja karena sepanjang predikat “Manusia” disandang akan ada positif dan negatifnya.

Masa reformasi ditandai dengan kembalinya bangsa ini dalam masa-masa sulit. Apresiasi sebesar-besarnya pada presiden B.J. Habibie yang menggantikan posisi pak Soeharto saat itu. Adalah Yusril Ihza Mahendra yang menyarankan pak Harto untuk mengundurkan diri dengan pertimbangan bahwa mengundurkan diri tidak akan diwajibkan dimintai pertanggungjawaban. Dan ternyata dibalaskan pada suksesornya B.J. Habibie kita ketahui kemudian.

Kehilangan Timor-timor, betul itulah yang menjadi pertanyaan dan kehilangan besar rakyat kebanyakan saat itu.

B.J. Habibie seorang insinyur kelas dunia dengan berbagai temuan dan dalil yang hingga saat ini masih digunakan oleh perusahaan-perusahaan pesawat dunia bahkan konon royalti dari temuannya itu masih mengalir ke rekening beliau hingga saat ini. Seorang jenius dan pandai sekali. Sampai saat ini pun, para anak buahnya banyak bekerja diberbagai perusahaan pesawat dunia.

Pemerintahan Habibie sangatlah berat, selain harus menata dan mengejawantahkan reformasi yang digulirkan saat itu demi kestabilan nasional dihadapkan juga pada kondisi krisis moneter. Harga-harga melampung tinggi, sembako terutama yang membuat masyarakat meradang, terlena dengan subsidi yang dilancarkan oleh pemerintah sebelumnya tidak membuat masyarakat lebih mandiri. Entah pendekatan apa yang dilakukan pemerintahan B.J. Habibie saat itu, yang jelas beliau telah mengantarkan pada pemilu nasional yang “sesungguhnya”.

Negosiasi ulang dengan negara-negara pemberi pinjaman sehingga kita mampu sedikit berjalan walaupun tertatih-tatih. Ya begitulah masa-masa sulit yang dihadapkan pada pemimpin satu ini.

Apakah berhasil?, saya berpendapat. Kepemimpinan B.J. Habibie sangat berhasil terlepas dari Timor-timor nya.

Ada kutipan dari beliau yang terlontar saat diwawancarai disalah satu stasiun televisi swasta tanah air beberapa bulan yang lalu. Yang masih saya ingat kira-kira begini bunyinya:


“Kita boleh percaya, tapi tidak ada salahnya mengeceknya kembali”


*Serpihan catatan kecil disana sini

Comments

Popular posts from this blog

Isi/makna lagu DOREMI