Balon ku ada Lima tapi kenapa jadi Enam
Ada sebuah lagu yang membuat saya banyak berpikir dan merenung lumayan lama. Perdebatan dalam pikiran ini ketika anak sulung saya bertanya bagaimana lirik lagu Balon ku ada lima yang dikarang oleh Ibu Sud.
Seperti dalam benak dan ingatan saya semenjak kecil selalu menyanyikannya dengan lirik sebagai berikut
Balonku ada lima,
rupa-rupa warnanya.
Merah, kuning, kelabu, merah muda, dan biru.
Meletus balon hijau,
dorrrrr!
Hatiku amat kacau.
Balonku tinggal empat,
kupegang erat-erat…
Namun ibu mertua saya cepat-cepat menimpali bahwa liriknya salah.. argumen beliau saat itu tidak logis karena yang meletus adalah balon hijau bukan balon merah.. jadi seharusnya liriknya sebagai berikut
Balonku ada lima,
rupa-rupa warnanya.
Hijau, kuning, kelabu, merah muda, dan biru.
Meletus balon hijau,
dorrrrr!
Hatiku amat kacau.
Balonku tinggal empat,
kupegang erat-erat…
Bukan maksud hati menentang dan mengargumen ibu mertua(kualat loh) tapi berbekal penasaran saya pun cepat-cepat pergi ke mayapada dan mencari informasi mengenai lirik lagu ini.
Saya menemukan bahwa Tompi dalam lagu nya Balon ku ada kesalahan fatal atau memang disengaja oleh beliau yang sekolah dikedokteran.
Hmmmm… saya tidak sendiri ternyata ada banyak orang seusia saya atau lebih muda sedikit dari saya yang menyadari bahwa lirik pertama adalah salah selalu disenandungkan dan mengartikan bahwa lagu balonku dilirik pertama ada 6 balon bukannya ada lima sesuai dengan lirik yang kedua.
Oke… kesimpulannya adalah kesalahan saya dalam menyimak apa yang diajarkan ibu guru saat disekolah dan bukan karena kesengajaan serta Tompi pun mungkin saja begitu adanya. Tapi saat ini lirik Balon ku ada lima sudah betul didendangkan oleh adik ipar. Anehnya istri sayapun mendendangkan dengan benar. Ini berarti saya yang betul-betul salah dengar saat ibu guru mencontohkan.
Seperti dalam benak dan ingatan saya semenjak kecil selalu menyanyikannya dengan lirik sebagai berikut
Balonku ada lima,
rupa-rupa warnanya.
Merah, kuning, kelabu, merah muda, dan biru.
Meletus balon hijau,
dorrrrr!
Hatiku amat kacau.
Balonku tinggal empat,
kupegang erat-erat…
Namun ibu mertua saya cepat-cepat menimpali bahwa liriknya salah.. argumen beliau saat itu tidak logis karena yang meletus adalah balon hijau bukan balon merah.. jadi seharusnya liriknya sebagai berikut
Balonku ada lima,
rupa-rupa warnanya.
Hijau, kuning, kelabu, merah muda, dan biru.
Meletus balon hijau,
dorrrrr!
Hatiku amat kacau.
Balonku tinggal empat,
kupegang erat-erat…
Bukan maksud hati menentang dan mengargumen ibu mertua(kualat loh) tapi berbekal penasaran saya pun cepat-cepat pergi ke mayapada dan mencari informasi mengenai lirik lagu ini.
Saya menemukan bahwa Tompi dalam lagu nya Balon ku ada kesalahan fatal atau memang disengaja oleh beliau yang sekolah dikedokteran.
Hmmmm… saya tidak sendiri ternyata ada banyak orang seusia saya atau lebih muda sedikit dari saya yang menyadari bahwa lirik pertama adalah salah selalu disenandungkan dan mengartikan bahwa lagu balonku dilirik pertama ada 6 balon bukannya ada lima sesuai dengan lirik yang kedua.
Oke… kesimpulannya adalah kesalahan saya dalam menyimak apa yang diajarkan ibu guru saat disekolah dan bukan karena kesengajaan serta Tompi pun mungkin saja begitu adanya. Tapi saat ini lirik Balon ku ada lima sudah betul didendangkan oleh adik ipar. Anehnya istri sayapun mendendangkan dengan benar. Ini berarti saya yang betul-betul salah dengar saat ibu guru mencontohkan.
http://www.youtube.com/watch?v=3e8Pl84kYeQ
ReplyDelete